Hindari 2 Hal Ini Agar Terbebas dari Insomnia!

insomnia
  • Kegelisahan

Salah satu penyebab insomnia adalah kegelisahan. Hal ini kebanyakan dirasakan oleh orang dewasa, yang seringkali terlalu memikirkan permasalahan hidup, entah tentang pekerjaan atau hubungan asmara. Beban benak yang terdapat di kepala yang seringkali menciptakan orang susah untuk tidur sebab merasa khawatir dan gugup sepanjang malam. Gejala-gejala kecemasan yang dapat menyebabkan insomnia antara lain:

  • Tertekan.
  • Terlalu dalam memikirkan kejadian masa lalu.
  • Terlalu mengkhawatirkan kejadian masa depan.
  • Merasa terbebani oleh tanggung jawab.
  • Terlalu memporsir diri dan perasaan.

Kegelisahan bisa dikaitkan dengan onset insomnia (susah tidur), dan maintenance insomnia (selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur kembali). Kegelisahan ini dapat ditanggulangi dengan terapi atau obat, meskipun kedua pendekatan ini tidak dapat dengan cepat menyerahkan hasil.

insomnia

Pada terapi kognitif, pasien akan diajar bagaimana teknik memandang kejadian-kejadian yang menakut-nakuti sebagai sesuatu yang mesti disikapi dengan tenang. Umumnya terapi ini dilangsungkan selama 10 hingga 12 minggu.

Agar semakin efektif hasilnya, maka bakal diberi obat antidepresan sekitar 4 hingga 12 minggu, tergantung pada kondisi si pasien.

  • Gaya Hidup Penyebab Insomnia

Insomnia dapat dirangsang oleh perilaku atau pola tidur. Gaya hidup dan  tidur yang tidak sehat merangsang timbulnya insomnia dengan sendirinya (tanpa masalah kejiwaan atau medis yang mendasarinya). Berikut sejumlah contoh gaya hidup dan kelaziman tidur yang mengakibatkan insomnia, antara lain:

  • Bekerja sampai larut malam. Kondisi ini menciptakan seseorang menjadi susah untuk melepas lelah, bahkan saat mengantuk juga mata tetap dipaksakan melek. Terlebih cahaya dari monitor yang dapat membuat benak lebih waspada.
  • Tidur di siang hari (meskipun singkat). Pada beberapa orang, istirahat siang memang dapat menolong mereka supaya dapat menikmati tidur yang berkualitas di malam harinya. Di sisi lain, istirahat siang justru akan menciptakan sebagian orang lainnya terkendala untuk istirahat di malam hari.
  • Mengganti waktu istirahat yang hilang (‘balas dendam’). Kebiasaan ‘balas dendam’ guna mengubah waktu istirahat yang terlewatkan ini bisa membingungkan jam tubuh Anda, sampai-sampai akan sulit tidur lagi pada malam berikutnya.
  • Pekerja shift (kerja ‘shif-shift’an). Kondisi dimana kita bekerja dengan waktu yang tidak beraturan, kadang malam kadang siang. Waktu yang ‘berantakan’ ini menciptakan bingung jam istirahat biologis di tubuh Anda, sampai-sampai tubuh pun tidak bisa meyakinkan waktu istirahat yang tepat guna dirinya sendiri.

Beberapa permasalahan insomnia tadinya memang tampak sepele, tetapi tidak menutup bisa jadi akan menjadi masalah jangka panjang. Misalnya saja kita tidak dapat tidur sekitar satu atau dua malam, sebab mengalami kejadian buruk. Nah, bila malam selanjutnya Anda justru mulai menerapkan tidur yang tidak sehat, layaknya begadangan, bangun di tengah malam guna bekerja atau menonton, atau minum alkohol sebelum tidur. Hal tersebut dapat menjadi penyebab insomnia atau menciptakan insomnia terus berlanjut dan berpotensi menjadi masalah yang lebih serius.

Itulah mengapa urgen untuk kita menanggulangi insomnia daripada terus tidak mempedulikan penyebab sulit tidur tersebut menjadi suatu kebiasaan. Jika kita telah mengupayakan mengganti pola perilaku tidur tetapi masih belum berhasil, usahakanlah untuk mendatangi dokter guna berkonsultasi sekaligus mendapatkan penyelesaian yang terbaik.

Author: Fatma Ningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *