Penyakit Jantung: Jenis, Tanda Tanda, Penyebab, Dan Cara Mencegahnya

penyakit-jantung

Kesehatanku.my.id – Penyakit Jantung merupakan sebuah kondisi dimana jantung mengalami gangguan. Bentuk gangguannya itu sendiri bisa bermacam macam seperti gangguan pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung, ataupun gangguan akibat bawaan lahir. Jantung sendiri merupakan otot yang terbagi menjadi 4 ruang.

Dua ruang berada dibagian atas yaitu atrium (serambi) kanan dan kiri. Sedangkan 2 ruang lainnya berada dibagian bawah yaitu ventrikel (bilik) kanan dan kiri.

Antara ruang kanan dan kirinya dipisahkan oleh septum atau dinding otot yang berfungsi untuk mencegah tercampurnya darah yang kaya oksigen dengan darah yang kurang oksigen. 

Gangguan pada jantung ini banyak jenisnya seperti diantaranya :

  • Penyakit arteri coroner dimana terjadinya penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Aritmia dimana irama jantung mengalami gangguan.
  • Gangguan jantung bawaan dimana sejak lahir mengalami kelainan jantung.
  • Kardiomiopati dimana otot jantung mengalami gangguan. 
  • Infeksi jantung yang diakibatkan oleh bakteri, virus, ataupun parasite. 
  • Gangguan katup jantung dimana salah satu atau keempat katup jantung mengalami gangguan. 

Untuk bisa mengetahui adanya gangguan pada jantung, tanda tandanya sangatlah beragam tergantung kepada jenis kondisi yang dialami. Berikut dibawah ini tanda tanda yang muncul saat jantung mengalami gangguan seperti diantaranya:

  • Dada merasa nyeri seperti tertindih.
  • Bagian leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan juga merasa nyeri.
  • Jantung berdebar atau malah melambatnya detak jantung.
  • Irama jantung mengalami perubahan.
  • Sesak napas.
  • Batuk kering yang tidak kunjung membaik.
  • Saat beraktivitas akan mudah merasa lelah.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Membirunya warna kulit atau sianosis.
  • Bagian tungkai, lengan, perut, atau sekitar mata mengalami pembengkakan. 
  • Pusing.
  • Pingsan atau merasa seperti ingin pingsan.
  • Demam.
  • Ruam Kulit. 

Jika gangguan pada jantung ini bisa terdeteksi lebih awal maka tentunya akan lebih mudah ditangani. Oleh karena itu saat kamu merasakan tanda tanda diatas, segera konsultasikan dengan dokter.

Kamu juga harus berkonsultasi tentang cara mengurangi resiko atau mencegah terjadinya gangguan pada jantung tersebut. Terlebih jika adanya keluarga kamu yang memiliki riwayat gangguan pada jantungnya. 

Terjadinya gangguan pada jantung ini banyak sekali faktor penyebabnya mulai dari adanya masalah pada pembuluh darah jantung, irama jantung, hingga baawaan lahir. Berikut dibawah ini penyebab terjadinya gangguan jantung berdasarkan jenisnya diantaranya yaitu : 

1. Gangguan Jantung Koroner

Gangguan jantung coroner ini terjadi saat jantung tidak tercukupi kebutuhan darahnya yang kaya oksigen dan nutrisi. Kondisi ini terjadinya karena adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung atau arteri coroner.

Gangguan jantung coroner ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah karena adanya penumpukan plak. Pada kondisi yang jarang, terjadinya penyempitan atau kerusakan pada arteri juga karena emboli arteri, arteritis atau radang arteri, aneurisma, dan diseksi aorta. 

2. Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama jantung atau aritmia ini sebuah kondisi dimana tidak normalnya irama jantung. Terjadinya aritmia ini saat tidak bisa berfungsi dengan baiknya impuls listrik yang mengatur irama jantung. Akibatnya jantung bisa saja berdetak dengan sangat cepat atau terlalu lambat atau bahkan tidak beraturan.

3. Gangguan Jantung Bawaan 

Gangguan jantung bawaan ini merupakan kelainan pada bentuk dan fungsi jantung yang dialami sejak lahir. Yang mengalami kelainan bisa saja katup jantungnya, dinding jantung, ataupun pembuluh darah. 

4. Kardiomiopati

Gangguan pada jantung juga bisa disebabkan oleh kardiomiopati yaitu sebuah kondisi dimana otot jantung tidak begitu kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati ini sangat berbahaya karena bisa memicu terjadinya gagal jantung dan bahkan hingga berhentinya jantung secara mendadak. 

5. Infeksi Jantung 

Gangguan pada jantung juga bisa terjadi karena infeksi ataupun peradangan pada lapisan dalam jantung (endocardium), otot jantung (miokardium), ataupun pada membran yang melapisi jantung (pericardium).

Infeksi jantung bisa terjadi karena virus, bakteri, parasite, ataupun jamur. Yang menjadi pemicu penyakit ini juga bervariasi seperti AIDS, gagal ginjal, lupus, ataupun cedera pada jantung karena kecelakaan.

6. Penyakit Katup Jantung 

Penyakit katup jantung ini seperti namanya yaitu ditandai dengan adanya kerusakan pada katup jantung. Kerusakan katup terjadi karena adanya penyempitan (stenosis) atau kebocoran (insufisiensi atau regurgitasi).

Adanya beberapa kondisi yang menyebabkan penyakit katup jantung ini seperti demam rematik, endocarditis yang disebabkan oleh infeksi, gangguan pada jaringan ikat, ataupun kelainan sejak lahir atau bawaan. 

Terjadinya gangguan jantung karena kelainan tidak bisa dicegah. Meski begitu ada banyak jenis gangguan pada jantung yang bisa dicegah dengan cara menjalani pola hidup sehat.

Pola hidup sehat dibawah ini tidak hanya sebagai pencegahan saja tetapi juga bisa membantu pasien yang mengalami gangguan jantung didalam proses penyembuhannya, diantaranya yaitu:

Baca juga: 8 Cara Mengencangkan Payudara Secara Alami

1. Menghentikan Kebiasaan Merokok 

Rokok merupakan faktor utama pemicu resiko terjadinya gangguan pada jantung, terlebih gangguan jantung coroner. 

2. Rutin Memeriksakan Diri

Cobalah melakukan pemeriksaan secara rutin terkait kadar kolesterol, gula darah, dan juga tekanan darah. Ketahuilah kadar normal pada tiga kondisi tersebut dari penjelasan dibawah ini seperti :

  • Tekanan Darah

Tekanan darah yang normal adalah dibawah 120/80 mm Hg. 

  • Kadar Kolesterol Jahat (LDL) 

Kadar LDL normal pada umumnya berada dibawah 130 mg/dL. Tetapi bagi orang dengan resiko gangguan jantung, sebaiknya kadar LDL –nya berada dibawah 100 mg/dL. Sedangkan bagi individu dengan gangguan jantung atau diabetes, sebaiknya kadar LDL – nya dibawah 70 mg/dL. 

  • Kadar Gula Darah

Umumnya kadar gula darah normal kurang dari 100 mg/dL setelah tidak makan atau puasa selama setidaknya 8 jam, dan 2 jam setelah makan kurang dari 140 mg/dL.

1. Latihan Atau Rutin Berolahraga 

Dengan melakukan latihan rutin selama 30 hingga 60 menit sehari maka tidak hanya akan dapat membantu menjaga kesehatan saja tetapi juga dapat membantu mengontrol tekanan darah, dan juga kadar kolesterol serta gula darah.

Tetapi pada pasien aritmia dan kelainan jantung bawaan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang durasi latihan yang aman untuk mereka.

 2. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Cobalah memperbanyak mengkonsumsi buah, sayuran, gandum, dan juga lemak omega 3. Selain itu kamu harus mengurangi konsumsi daging merah, dan hindari makanan yang mengandung gula tinggi, lemak, kolesterol, dan garam.

Ketahui juga batas kandungan kalori didalam makanan yang akan dikonsumsi, lalu usahakan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan kalori rendah. 

Selain itu masih ada cara lain untuk mencegah timbulnya gangguan jantung seperti menjaga berat badan ideal. Karena memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas bisa meningkatkan resiko terserang penyakit jantung.

Kamu juga harus menjaga kebersihan tubuh seperti rutin mencuci tangan, menyikat gigi, dan menghindari kontak dengan orang yang sedang mengalami penyakit infeksi seperti flu. 

Baca juga: Ketahui Lebih Lengkap Terkait Penyakit Herpes, Penyebab dan Gejalanya

 

Author: Fatma Ningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *